Asing di Segala Hal

 

Halo, saya Harun, mahasiswa internasional yang sedang belajar di Indonesia. Sudah beberapa bulan saya di sini, dan saya ingin berbagi cerita tentang apa yang saya alami sejak hari pertama menginjakkan kaki di negeri ini.

Saya masih ingat hari pertama masuk kampus. Saya berjalan di antara gedung-gedung, dan tiba-tiba  semua orang berhenti bicara. Semua mata tertuju pada saya. Mereka berdiri menatap seolah melihat makhluk yang turun dari langit. Dan yang lucu sekaligus menyedihkan? Saya tersenyum kepada mereka, tapi mereka tidak membalas senyuman itu. Mereka hanya terus menatap. Saya merasakan sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan — rasa tidak dihargai yang tidak saya siapkan diri untuk itu.

Sejak hari itu hingga sekarang, kesepian selalu menemani saya. Asing dalam penampilan, asing dalam bahasa, asing dalam budaya, asing dalam segala hal, benar-benar.

Sebagian besar mahasiswa dan dosen tidak pernah memulai percakapan. Diabaikan sudah jadi hal biasa, di dalam kelas maupun di luar. Bahkan di grup WhatsApp kelas, kalau ada tugas atau ujian, tidak ada yang memberitahu saya. Karena saya tidak bisa berbahasa Indonesia, dan karena semua hal di sini menggunakan bahasa Indonesia, termasuk kuliah itu sendiri.

Beberapa mahasiswa menertawakan karena saya berbeda, sebagian memanggil "Hei bro, come here" atau "Apakah kamu Muslim?" atau "orang Papua" — meski hanya sedikit yang begitu. Tapi bahkan yang sedikit pun meninggalkan bekas.

Di jalan, saya sudah terbiasa dengan tatapan-tatapan itu. Tapi terbiasa bukan berarti lukanya hilang — saya hanya belajar berjalan sambil membawanya.

Sebelum datang ke Indonesia, bayangan saya sama sekali berbeda. Saya membayangkan masyarakat yang ramah, mudah bergaul, dan menyambut. Tapi kenyataannya jauh lebih keras daripada yang saya bayangkan. Dan rasa kecewa itu tidak mudah ditanggung.

Sekarang saya sudah menerima kenyataan ini. Saya belajar berjalan sendiri, dan hidup tanpa harapan yang terlalu tinggi agar tidak terus-terusan kecewa. Dan yang paling berat? Saya masih di tahun pertama, dan masih ada tiga tahun lagi di depan.


Pesan saya untuk kalian:
Jalani hidup tanpa ekspektasi berlebihan, maka kamu akan hidup tanpa kekecewaan. Perasaan asing itu harus dijalani, bukan sekadar diceritakan. Kesulitan membentuk para pejuang, dan semoga Allah memberikan kemudahan untuk kita semua.

Comments

  1. Stay strong and don't feel lonely. im definitely one of ur biggest supporters!! hahaha

    ReplyDelete
  2. ما شاء الله والله أنت شخص جيد أعرف ذلك تعلمتُ اكثر منك وأسأل الله أن يسهل أمورك يا أستاذي

    ReplyDelete
  3. إذا رأوا إليك أوّل مرة يا سيدي، تعجّبوا وتساءلوا من ذا الذي أحسن خلقه وخُلُقه؟ فلا تحزن يا سيدي. لست منفردا، لأنّنا هؤلاء طلبة العربية معكم

    ReplyDelete
  4. Tetap semangat, selalu belajar dan jangan lupa berdoa. semoga Allah selalu memberikanmu kekuatan dan ketabahan

    ReplyDelete

Post a Comment